Jumat, 29 April 2011

Kamis Putih di Tengah Hujan; Ketika Iman Tak Terhalang Cuaca

Oleh: Darius Leka, S.H., M.H. – Advokat, Aktivis Rasul Awam Gereja Katolik sekaligus Koordinator KOMSOS Paroki Santo Paulus Depok periode 2010-2013

KOTA DEPOK
, 21 April 2011 — Hujan deras mengguyur kota Depok sore itu. Namun, langit kelabu tak menyurutkan langkah ribuan umat Katolik Paroki St. Paulus Depok untuk datang dan merayakan Kamis Putih, mengawali Tri Hari Suci menjelang Paskah. Di tengah guyuran air dan tenda yang sempat roboh, umat tetap hadir dengan wajah berseri dan hati yang siap menyambut misteri kasih Allah.

Misa Kamis Putih digelar dua kali, pukul 16.00 dan 19.30 WIB. Sejak satu jam sebelum misa dimulai, umat telah memadati halaman gereja. Panitia Paskah 2011, yang telah bekerja keras berminggu-minggu sebelumnya, menyiapkan segala sesuatu dengan cermat: dari altar yang dihiasi warna putih sebagai simbol kesucian, hingga kursi tambahan yang membentang dari halaman utama hingga ke belakang gereja.

“Jumlah umat jauh lebih banyak dari misa Minggu biasa,” ujar salah satu panitia. “Banyak yang datang dari luar paroki, mungkin karena libur panjang atau ingin merayakan Paskah bersama keluarga di Depok.” Bahkan ketika tenda di belakang gereja sempat roboh karena hujan deras, panitia sigap mengatasinya. Sebuah bukti bahwa iman dan pelayanan berjalan seiring.

Dalam homilinya, Pastor Kepala Paroki St. Paulus Depok, Rm. Tauchen Hotlan Girsang, OFM, yang didampingi Rm. Alex Lanur, OFM, menyampaikan pesan yang menggugah: “Teruslah berjuang untuk menjadi suci. Kita diajak mengenang perjamuan Yesus dan pendirian sakramen Ekaristi malam ini dalam rangka hidup suci. Maka, mari kita berlomba untuk hidup kudus—bukan hanya para imam, tetapi seluruh umat.”

Sebagai seorang advokat dan aktivis kerasulan awam, saya percaya bahwa pesan ini sangat relevan. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh godaan, panggilan untuk hidup suci bukanlah utopia. Ia adalah perjuangan harian, keputusan sadar untuk hidup dalam kasih, kejujuran, dan pengampunan. Dan Kamis Putih menjadi momentum untuk memperbaharui komitmen itu.

Kamis Putih bukan hanya mengenang perjamuan terakhir, tetapi juga pendirian dua sakramen yang tak terpisahkan: Ekaristi dan Imamat. Dalam perayaan ini, Gereja mengingat bahwa Yesus menyerahkan diri-Nya dalam rupa roti dan anggur, dan mempercayakan misteri itu kepada para imam untuk diteruskan sepanjang zaman.

“Di sinilah letak dua sakramen yang menjadi satu kesatuan,” ujar Rm. Tauchen. Sakramen Ekaristi adalah sumber kekuatan rohani umat Katolik. Ia adalah makanan jiwa, bekal dalam perziarahan menuju Allah. Dan para imam adalah pelayan misteri itu—bukan sebagai pemilik, tetapi sebagai hamba yang setia.

Misa Kamis Putih ditutup dengan perarakan Sakramen Maha Kudus. Dalam keheningan yang khusyuk, umat mengikuti prosesi dengan lilin di tangan dan doa di bibir. Hujan yang sempat turun tak mampu memadamkan semangat. Sebab dalam hati mereka, ada api iman yang menyala.

Perarakan ini bukan sekadar ritus. Ia adalah simbol bahwa Kristus berjalan bersama umat-Nya. Bahwa dalam setiap langkah, dalam setiap tantangan, Tuhan hadir dan menyertai.

Perayaan Kamis Putih tahun ini menjadi bukti bahwa Gereja bukan hanya bangunan, tetapi komunitas yang hidup. Di tengah hujan, tenda roboh, dan kursi yang basah, umat tetap hadir. Mereka datang bukan karena kenyamanan, tetapi karena cinta. Dan cinta itulah yang membuat Gereja tetap berdiri.

Sebagai bagian dari kerasulan awam, saya melihat bahwa inilah wajah Gereja yang sejati: Gereja yang melayani, yang bersatu, dan yang mewartakan kasih Allah di tengah dunia. Mari kita terus membangun Gereja ini—dalam keluarga, dalam masyarakat, dan dalam setiap tindakan kasih yang nyata.

 

#kamisputih #triharisuci #ekaristidanimamat #stpaulusdepok #kerasulanawam #imanyanghidup #gerejayangmelayani #mewartakankasihallah #katolikaktif #paskah2025


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin