Rabu, 08 April 2015

Dalam Syukur dan Kesederhanaan; 64 Tahun Pater Yosef Tote, OFM, Refleksi Iman, Pelayanan, dan Kerasulan Awam di Paroki Santo Paulus Depok

KOTA DEPOK - Selasa, 6 Januari 2015. Senja belum sepenuhnya turun ketika halaman belakang Gereja Katolik Santo Paulus Depok mulai dipenuhi umat. Tenda sederhana berdiri di depan pastoran, dihiasi kursi-kursi plastik dan podium kecil. Tak ada kemewahan, namun suasana hangat dan penuh kasih terasa menyelimuti tempat itu. Hari itu adalah hari istimewa: ulang tahun ke-64 Pater Yosef Paleba Tolok Tote, OFM—gembala umat yang dikenal bersahaja, penuh semangat, dan tak pernah kehilangan senyum khasnya.

Dalam sambutannya sebelum pemotongan kue, Pater Yosef mengenang asal-usul namanya. “Orangtua saya memilih nama Yosef karena percaya itu nama yang paling aman,” tuturnya. Nama itu bukan sekadar identitas, tetapi panggilan hidup: menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan seperti Santo Yosef, ayah angkat Yesus. Lahir di Flores pada 6 Januari 1951, anak ketujuh dari sepuluh bersaudara ini tumbuh dalam kesederhanaan, hanya mengandalkan ASI tanpa suplemen modern. “Saya tumbuh alami,” katanya sambil tertawa kecil.

Ditahbiskan pada tahun 1982, Pater Yosef telah menapaki jalan imamat selama lebih dari tiga dekade. Ia mengakui, masa-masa awal pelayanannya tidak selalu mulus. “Sebagai imam muda, saya sering memaksakan kehendak dan kurang mendengar,” ujarnya jujur. Namun pengalaman, seperti guru yang sabar, membentuknya menjadi pribadi yang lebih bijak. “Saya belajar bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Kita harus duduk bersama, memikirkan bersama.”

Refleksi ini bukan sekadar nostalgia, tetapi cermin dari spiritualitas Fransiskan yang ia hidupi: rendah hati, terbuka, dan mengakar pada komunitas. Dalam kerasulan awam, nilai-nilai ini menjadi fondasi penting untuk membangun sinergi antara imam dan umat, antara hierarki dan awam.

Perayaan ulang tahun ini dirangkai dengan Misa Kudus dan Natal bersama para pengurus DPP, DKP, dan kelompok kategorial. Anak-anak Sekolah Dasar mempersembahkan tarian Sunda, menambah semarak suasana. Hadir pula para pastor rekan dan tetangga paroki seperti RP. Anton Sahat Manurung, OFM, RP. Alfons S. Suhardi, OFM, dan RD. Yustinus Dwi Karyanto. “Terus bersemangat melayani umat dan Amin,” ujar RP. Anton singkat namun penuh makna.

Kehadiran umat dari berbagai usia, termasuk anak-anak yang mungkin tak diundang secara resmi, menunjukkan betapa besar cinta umat kepada gembalanya. Ini adalah bukti nyata bahwa pelayanan yang tulus akan selalu menemukan tempat di hati umat.

Dalam wawancara singkat, Pater Yosef menekankan pentingnya kerja sama. “Kita harus bergandeng tangan, berkomitmen sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” katanya. Pesan ini sangat relevan dalam konteks kerasulan awam. Gereja bukan hanya milik para imam, tetapi milik seluruh umat Allah. Setiap orang dipanggil untuk ambil bagian, baik dalam bidang sosial, ekonomi, hukum, maupun kemasyarakatan.

Sebagai advokat dan aktivis kerasulan awam, saya melihat bahwa semangat kolaboratif ini adalah kunci untuk membangun Gereja yang hidup dan relevan. Dalam dunia yang semakin kompleks, Gereja harus hadir sebagai komunitas yang inklusif, partisipatif, dan transformatif.

Ulang tahun ke-64 Pater Yosef bukan sekadar perayaan pribadi, tetapi momentum refleksi bersama. Tentang kesetiaan dalam pelayanan. Tentang pertumbuhan dalam pengalaman. Tentang pentingnya mendengar dan berjalan bersama. Dan yang terpenting, tentang bagaimana kita semua—imam dan awam—dipanggil untuk memuliakan Tuhan melalui pelayanan yang sederhana namun bermakna.

Semoga semangat Pater Yosef menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus melayani dengan rendah hati, bersyukur dalam segala hal, dan mewartakan kasih Allah di tengah dunia.

️ Oleh: Darius Leka, S.H., M.H., Advokat & Aktivis Kerasulan Awam Gereja Katolik


#pateryoseftote #kerasulanawam #gerejakatolik #parokistpaulusdepok #imamfransiskan #pelayanandengankasih #syukurdankesederhanaan #gembalayangbaik #kolaborasiimamawam #cintaallahuntukdunia #shdariusleka #reels #foryou #fyp #jangkauanluas @semuaorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin