Kamis, 16 Februari 2017

Hari Ini Gereja Katolik Peringati Santo Pelindung Wartawan

Gereja Katolik hari ini memperingati Uskup Jenewa dan Pujangga Gereja, juga menjadi Pelindung Serikat Salesian Don Bosco, Santo Fransiskus dari Sales, seperti dilansir dari Keuskupan Agung Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Khotbah-khotbahnya dinilai sangat menarik, dengan dibawakan sangat rendah hati. Ia mengajarkan bahwa kesempurnaan hidup bukan hanya milik imam, biarawan-biarawati tetapi juga milik awam yang mau melakukan kehendak-nya dalam hidup dan perannya sehari-hari.

Santo Fransiskus dari sales lahir pada tanggal 21 Agustus 1567 dari keluarga bangsawan di Savoy, sebuah kota yang terletak antara Perancis dan Italia. Ia adalah anak sulung dari 13 bersaudara. Pada masa mudanya, ia belajar retorika, humaniora, dan teologi di bawah bimbingan para pastor Jesuit di Paris. Setelah mengalami peristiwa rohani yang luar biasa, ia mengucapkan kaul kemurnian dan mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria. Kemudian ia belajar di Padua sampai memperoleh gelar doktor di bidang ilmu kemasyarakatan dan hukum.

Setelah berhasil menyakinkan orang tuanya akan panggilan Allah yang tertuju padanya, fransiskus memilih mempersembahkan diri seutuhnya pada Tuhan. Ia menjadi imam dan tak lama kemudian dipercaya sebagai pejabat tertinggi kedua di Keuskupan Jenewa.


Karena begitu percaya pada penyelenggaraan Alla, tanpa menghiraukan bahaya yang mengancamnya, Fransiskus pergi berkeliling di wilayahnya yang pada waktu itu di bawah pengaruh kuat Kalvinis. Ia giat mewartakan Kerajaan Allah dengan berkotbah, menerimakan pengakuan dosa, dan bekerja keras mengembalikan putra-putri gereja yang tersesat ke pangkuan Bunda Gereja.

Sebagai buah dari kerja dan imannya, tak kurang dari 72.000 orang di Cablais kembali ke pangkuan Gereja. Selain itu, ia makin dikenal karena nasehat rohani dan teladan hidupnya. Karena kemasyurannya dalam memberi penerangan iman bagi yang sesat, Raja Henry IV memintanya secara khusus untuk berkhotbah dan menjadi pembimbing rohani bagi orang-orang di penjara.

Sepanjang hidupnya, Fransiskus dari Sales yang juga dijuluki sebagai "Pembawa Damai", selalu siap sedia membawa kedamaian Allah bagi umatnya melalui sakramen pengakuan dan bimbingan spiritual. Banyak bimbingan spiritual yang dilakukannya secara tertulis di antara ribuan karyanya.

Maka tak heran apabila Gereja Katolik menetapkan Fransiskus dari Sales sebagai Pujangga Gereja dan Pelindung Mass Media dan Jurnalis.

Ia juga berhasil medirikan Serikat Santo Fransiskus dari Sales yang kemudian dikenal dengan nama Salesian Don Bosco (SDB) dan terbentuknya FMA (Putra-Putri Maria Penolong Umat Kristiani).

Uskup de Sales kemudian wafat pada 28 Desember 1622 pada usia 56 tahun dan dinyatakan kudus oleh Paus Inosensius X pada 1665. Berkat pengabdiannya, Ia dianugerahkan gelar ‘Pujangga Gereja’ dan dijadikan sebagai Santo pelindung pers Katolik dan para wartawan–wartawati. (www.netralnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin