Kamis, 28 April 2011

Kembali ke Galilea: Paskah, Kilas Balik, dan Semangat Awal Membangun Paroki

Oleh: RP. Tauchen Hotlan Girsang, OFM. – Pastor Paroki Santo Paulus Depok periode 2010-2013

KOTA DEPOK -
Selamat Paskah! Dalam terang kebangkitan Kristus, saya mengajak kita semua—umat Paroki St. Paulus Depok—untuk kembali ke Galilea. Bukan sekadar tempat geografis, Galilea adalah simbol panggilan awal, tempat di mana Yesus memanggil para murid untuk pertama kalinya. Di sanalah mereka mengenal suara-Nya, meninggalkan jala mereka, dan memulai perjalanan iman yang mengubah dunia.

Kini, di tengah dunia yang berubah cepat, kita pun diajak untuk kembali ke semangat awal berdirinya paroki kita. Kembali ke motivasi murni untuk melayani, untuk bersatu, dan untuk menjadi terang di tengah masyarakat.

Paroki St. Paulus Depok adalah bagian dari 21 paroki di Keuskupan Bogor, terdiri dari tujuh wilayah dan tujuh belas lingkungan, dengan lebih dari 3.500 jiwa. Dalam arah dasar Keuskupan Bogor 2010–2012 yang dicanangkan oleh Mgr. Cosmas Michael Angkur, OFM, kita diajak untuk menaruh perhatian serius pada keluarga: tahun 2010 untuk pasutri, 2011 untuk kaum muda, dan 2012 untuk anak-anak.

Tahun ini, tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) mengangkat isu yang sangat relevan: “Kaum Muda Membangun Diri di Era Globalisasi.” Sebuah refleksi yang menggugah, karena kita hidup di tengah dunia yang serba cepat, serba digital, dan serba berubah. Dunia telah menjadi kampung global, di mana informasi menyebar dalam hitungan detik, dan nilai-nilai pun ikut terombang-ambing.

Dalam situasi ini, keluarga sebagai Gereja mini menjadi garda terdepan. Keluarga yang rapuh akan mudah terinfeksi oleh nilai-nilai negatif zaman. Sebaliknya, keluarga yang kuat dalam iman dan moral akan menjadi agen transformasi yang menyuntikkan harapan dan kasih ke dalam dunia.

Kebangkitan Yesus adalah jawaban atas segala ketakutan dan ketidakpastian. Ketika para murid tercerai-berai, kehilangan arah, dan diliputi rasa takut, berita kebangkitan membangkitkan kembali iman mereka. Dari diam menjadi bersaksi. Dari takut menjadi berani. Dari terpencar menjadi bersatu.

Yesus memanggil mereka kembali ke Galilea—tempat awal panggilan mereka. Sebab di sanalah mereka akan melihat Dia. Maka, Paskah bukan hanya perayaan liturgis, tetapi ajakan untuk melakukan kilas balik kehidupan. Untuk mengingat janji baptis kita. Untuk memperbaharui janji perkawinan kita. Untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan kita.

Dalam semangat Paskah dan arah dasar keuskupan, Paroki St. Paulus telah memulai langkah-langkah pembaruan. Dua agenda utama sedang dijalankan:

  1. Reformasi Keuangan: Melalui Dewan Keuangan, pos-pos anggaran dirampingkan dan sistem pengelolaan diperketat agar dana umat digunakan secara tepat, transparan, dan akuntabel.
  2. Pengarsipan Pastoral: Melalui Dewan Pastoral Paroki, setiap kegiatan dicatat, dievaluasi, dan didokumentasikan. Sebab pastoral yang tidak direfleksikan adalah pastoral yang stagnan.

Sebagai advokat dan aktivis kerasulan awam, saya percaya bahwa Gereja yang hidup adalah Gereja yang terus bertanya: “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki kami perbuat?” Pertanyaan ini menjadi tema pembekalan DPP-DKP 2011–2013, dan menjadi kompas dalam setiap langkah pelayanan kita.

Paskah adalah momentum untuk kembali ke semangat awal. Bukan nostalgia, tetapi pembaruan. Bukan sekadar mengenang, tetapi melangkah maju dengan motivasi yang diperbaharui. Kita diajak untuk kembali ke Galilea—ke tempat di mana kita pertama kali jatuh cinta pada Tuhan, pada Gereja, dan pada pelayanan.

Mari kita bangkit bersama Kristus. Mari kita bangun kembali spirit of togetherness. Mari kita jadikan paroki ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi komunitas yang hidup, yang saling menopang, dan yang mewartakan kasih Allah kepada dunia.

Selamat Paskah! Kristus telah bangkit. Ia hidup di antara kita. Dan Ia memanggil kita kembali—ke Galilea, ke panggilan awal, ke semangat yang murni.

 

#paskah2025 #kembalikegalilea #kebangkitankristus #kerasulanawam #parokistpaulusdepok #tahunkeluarga #kaummudakatolik #gerejayanghidup #mewartakankasihallah #katolikaktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin