Kamis, 07 Mei 2015

Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) Hadir Untuk Semua Golongan

Misi yang diemban dari Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) adalah tidak memandang status sosial dan bertindak tidak diskriminasi terhadap suku, agama, ras dan golongan, dan tetap mengedepankan pendekatan persaudaraan demi terwujudnya persatuan dan kesatuan serta hidup saling rukun, bekerjasama dalam membangun kehidupan yang lebih layak dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan tema “Berdiri Diatas Semua Golongan Untuk Mensejah-terakan Rakyat”, tari Karo yang dipersembahkan oleh Pemuda GBKP Depok dalam menyambut para tamu sebagai pembuka dari seluruh rangkaian acara deklarasi BASOLIA. Dari pagelaran budaya nusantara, pembacaan naskah Pancasila, Sumpah Pemuda, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pelantikan pengurus, penyerahan simbolis sembako kepada masyarakat, dan kegiatan lainnya tidak menyurutkan semangat kebersamaan walau sempat diguyur hujan gerimis.


Acara yang diselingi dengan Padua Suara dari Komisi Perempuan PGI-S Depok, Antraksi Pagar Nusa dari Nahdlatul Ulama (NU), Paduan Suara Kaum Bapak Gereja HKBP Depok Timur, Paduan Suara dari Gereja Katolik, Marawis dari Pesantren NU, dan penampilan Barongsai, yang bertepatan dengan hari bersejarah Sumpah Pemuda, berlangsung lancar dan meriah.

Sejak pukul 19.30 hingga 22.30 WIB, antusias umat melebur dalam sebuah kebersamaan, sangat merepresentasikan homogenisasi keindonesiaan yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika serta NKRI sebagai harga mati. Hal itu terlihat dari banyaknya umat yang hadir serta tokoh maupun pemuka agama seperti Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Bunda, Kong Hu Cu.

Selain itu hadir juga Ketua Umum Presidium Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) K.H Zaenal Abidin, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, S.Sos, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dody Riyanto. S.Kom, Mantan Wakil Kota Depok periode 2005- 2010, Dr. Yuyun Wirasaputra, MM, serta pihak Kepolisian dari Polsek Beji.

Hilangkan Sekat-Sekat Perbedaan
Misi yang diemban dari Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) adalah tidak memandang status sosial dan bertindak tidak diskriminasi terhadap suku, agama, ras dan golongan, dan tetap mengedepankan pendekatan persaudaraan demi terwujudnya persatuan dan kesatuan serta hidup saling rukun, bekerjasama dalam membangun kehidupan yang lebih layak dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal itu diungkapan KH. Zaenal Abidin dalam sambutannya usai acara deklarasi dan pelantikan pengurus (BASOLIA) Kota Depok.

Masih menurut Zaenal, “Dari sejarahnya yaitu sekitar tahun 2000-2006 tokoh-tokoh lintas agama melakukan dialog tentang teologia agama. Dengan berjalannya waktu di Bogor, K.H Said Agil Siraj mengusulkan untuk membentuk sebuah organisasi lintas agama, dengan pertimbangan dialog teologi ternyata kurang efektif terutama bagi masyarakat kelas bawah, walau di tingkat tokoh dan elite tampak sangat harmonis dalam setiap forum-forum. Selain itu dialog teologi akan memunculkan kesan agama lain salah dan agama saya paling benar”.

“BASOLIA merupakan organisasi sosial kemasyarakan, non pemerintah, non politik. Sesuai visinya, kehadiran BASOLIA ingin melaksanakan kegiatan kemanusiaan yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkeadilan sosial tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Niat kita adalah baik yaitu bekerja dan bekerja untuk membantu pengobatan massal, pembagian sembako, melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakat dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan”, harap tokoh Nahdlatul Ulama ini.

Sementara Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, S.Sos dalam sambutannya menuturkan “Malam ini adalah malam yang bersejarah. Inilah yang saya tunggu-tunggu. Dimana semua golongan, suku, agama, ras berkumpul dalam acara deklarasi BASOLIA. Harapan saya ke depan agar suasana kebersamaan seperti malam ini, terus kita jaga. Mari kita bersatu dalam sebuah kebersamaan untuk membantu terhadap agama atau kelompok lain. Dan inilah NKRI yang sebenarnya. Terdiri dari bermacam-macam kelompok dan bersatu tanpa adanya perbedaan-peberdaan”.

Tidak Tumpang Tindih
Keenam tokoh agama usai berikrar menyatakan sikap dan melakukan penandatanganan kesepakatan, untuk melaksanakan program BASOLIA, secara simbolik membagikan sembako kepada masyarakat sekitar mewakili agama – agama yang ada.

Salah satu yang menerima sembako seperti Sudirman kepada Wartawan mengatakan “Alhamdulillah sekali. Saya sangat bersyukur atas kehadiran BASOLIA di Kota Depok. Saya sangat berterima kasih dengan kegiatan sosial yang memberikan SEMBAKO kepada masyarkat tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras dan golongan. Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, kedepan semoga bangsa kita lebih aman dan sejahtera,” ungkap Warga RT 02 Kelurahan Beji Timur ini.

Tidak hanya masyarakat, tetapi Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) Kota Depok pun menyambut baik atas dideklarasinya BASOLIA. Pihak Muspida akan terus mendukungnya dalam setiap kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan. Menjawab pertanyaan Wartawan, adanya organisasi lain seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang kegiatannya hampir tidak ada perbedaan dengan BASOLIA.

Ketua DPRD Kota Depok dari PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo, S.Sos mengatakan “Kedua organisasi ini dari segi fungsi dan perannya tetap berbeda. FKUB lebih memfokuskan pada ketersediaan sarana dan prasarana terkait pembangunan dan perizinan rumah ibadat sedangkan BASOLIA lebih kepada kegiatan sosial kemasyarakatan. Artinya kedua organisasi ini tidak akan saling tumpah tindih dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk itu BASOLIA yang telah resmi dideklarasikan untuk segera mendaftarkan ke Pemerintahan Kota Depok melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANPOL) sehingga bisa mendapatkan pembinaan dan perhatian dari pemerintah. Itu yang terpenting,” ungkap Allo. (Darius Lekalawo-Humas BASOLIA. Artikel ini perdana di Website KOMSOS KWI)

1 komentar:

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin