Kamis, 09 Februari 2017

Azizah Maumere bongkar sekat agama lewat Kontes Dangdut Indonesia

Sejak bulan April hingga Mei 2015, umat Keuskupan Maumere serta warga Kabupaten Sikka dan Propinsi NTT umumnya bersatu padu tanpa melihat latar belakang SARA mendukung Azizah Ismi Khaeruniza asal Maumere yang tampil dalam ajang nasional Kontes Dangdut Indonesia (KDI) yang diselenggarakan oleh MNCTV lewat Poling SMS, sehingga gadis berusia 17 tahun itu selalu meraih Poling SMS tertinggi pada setiap penampilannya.

Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Maumere Pastor Polikarpus Sola Pr menegaskan hal itu dalam homili Misa 3 Mei 2015 di Stasi Perumnas Maumere. “Azizah KDI Maumere telah membongkar sekat-sekat agama. Semua orang bersatu padu mendukung lewat SMS. Sungguh indah hidup dalam persaudaraan seperti ini,” ujar Pastor Poli.


Sementara Pastor Pembantu Paroki Katedral Maumere Pastor Yoris Role Pr dalam homili di Katedral Maumere pada hari yang sama mengatakan, “Azizah telah menyita perhatian kita semua, khususnya warga Kabupaten Sikka. Hal yang patut kita teladani dari Azizah adalah kejujuran karena ia mengungkapkan diri apa adanya.”

Di depan pemirsa, lanjut Pastor Yoris, dengan jujur Azizah mengakui bahwa ayahnya hanyalah seorang tukang ojek, dan “dia menyapa warga Kabupaten Sikka dengan bahasa Sikka ina ama wue wari luur dolor (bapak ibu saudara saudari, bahasa Sikka, red),” kata Pastor Yoris.

Azizah kelahiran Maumere, 6 November 1997, adalah anak pertama Sadarudin Daeng Sira dan Marion. Dia beragama Islam, namun mengenyam pendidikan dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di sekolah Katolik. Kini dia pelajar kelas II dari  SMK Yohanes XXIII, jurusan Administrasi Perkantoran.

Kepala SMK Yohanes XXIII Marselus Moa Ito mengatakan kepada media, meski seorang muslimah tapi Azizah aktif dalam paduan suara di gereja Katolik. “Meski seorang muslimah, Azizah aktif dalam paduan suara di gereja, bahkan dipercayakan membawakan solo saat koor di gereja,” kata Marselus Moa Ito.

Penampilan Azizah dalam kancah KDI 2015 didukung oleh teman-teman pelajar SMK Yohanes XXIII. Menurut laporan media, sebanyak 800-an pelajar SMK itu menggalang dana recehan sebesar 2000 rupiah per siswa untuk mendukung SMS untuk Azizah, bahkan menggelar nonton bareng di taman Galeri Pusat Jajanan Lokal Sikka.

Tanggal 4 Mei 2015, Azizah masih bertengger di posisi puncak dengan perolehan Poling SMS tertinggi di antara 24 kontestan KDI. Aziziah kembali tampil bersama dengan 21 kontestan lainnya pada Konteks Final 22 Besar KDI tanggal 5 Mei 2015. Polling SMS tanggal 6 Mei 2015 menampilkan Azizah pada puncak tertinngi dengan 17,62 persen dari 20 finalis. (penakatolik.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin