Sabtu, 03 Januari 2026

Merangkul Generasi, Menyulam Iman; Kisah Natal dan Tahun Baru Wilayah Santo Laurensius

KOTA DEPOK — Sabtu, 3 Januari 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi umat wilayah Santo Laurensius—yang terdiri dari Lingkungan Santa Helena, Santo Maximus, dan Santo Pontianus—Paroki Santo Paulus Depok. Di tengah semarak perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, umat berkumpul di Green Futsal, GDC Kota Depok, dalam sebuah misa dan perayaan bertema: “Merangkul OMK dan Lansia dalam Semangat Menggereja.”

Misa dipimpin oleh RP. Agustinus Anton Widarto, OFM—akrab disapa Pater Anton—yang sejak 2020 mengemban tugas sebagai pastor paroki. Dalam suasana penuh sukacita, para lansia, anak-anak, dan Orang Muda Katolik (OMK) tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil membawakan lagu dan tarian liturgis, mencerminkan semangat kerasulan awam yang hidup dan menyala.

Dalam homilinya, Pater Anton mengenang awal pelayanannya yang langsung dihadapkan pada pandemi COVID-19. “Tentu ini menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya. Namun, berkat kerja sama umat—terutama wilayah Santo Laurensius—pelayanan pastoral tetap berjalan dengan baik. “Puji Tuhan, semua bisa kita lewati bersama,” tambahnya.

Kini, menjelang akhir masa tugasnya di Paroki Santo Paulus Depok dan akan memulai pelayanan baru sebagai Direktur Panti Asuhan Vinsensius, Pater Anton mengajak umat merenungkan makna Yesus sebagai Anak Domba Allah. Dalam tradisi Yahudi, anak domba adalah korban penghapus dosa. “Pembebasan tidak hanya terjadi pada masa lampau tetapi juga sampai hari ini. Sebuah ajakan untuk selalu bersama Yesus yang telah lahir di dunia ini untuk menjumpai dan hidup bersama-Nya,” tuturnya.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni liturgis, melainkan cerminan nyata dari kerasulan awam yang hidup. Dalam terang ajaran Lumen Gentium dan Christifideles Laici, umat awam dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia—terlibat aktif dalam bidang sosial, ekonomi, hukum, dan kemasyarakatan.

Keterlibatan OMK dan lansia dalam perayaan ini menjadi bukti bahwa Gereja bukan hanya milik satu generasi. “Terima kasih kepada para lansia yang telah memberikan kesaksian hidup sebagai orang Katolik yang baik bagi yang muda,” ucap Pater Anton. Ia juga menaruh harapan besar pada OMK sebagai kekuatan baru dalam pelayanan Gereja. “Dengan bonus demografi, semoga OMK wilayah Santo Laurensius menjadi kekuatan untuk melayani dalam setiap niat baik kita,” ungkapnya.

Yustinus Sarjono, Ketua Wilayah Santo Laurensius, menyampaikan apresiasi kepada Pater Anton atas dedikasi dan kehadirannya dalam setiap kegiatan umat. Ia juga menanggapi isu validitas data umat yang sempat menjadi sorotan dalam laporan “Si Format” Keuskupan Bogor. “Nanti kami akan revisi pada kepengurusan pastoral yang baru,” jelasnya.

Sebagai bentuk cinta dan penghargaan, umat menyampaikan salam perpisahan kepada Pater Anton dalam bentuk pantun yang menyentuh hati:

Burung merpati terbang ke taman,
Singgah sebentar di ranting jati.
Terima kasih Pater Anton yang budiman,
Kasih dan doa selalu kami nanti.

Bunga melati harum semerbak,
Tumbuh indah di halaman gereja.
Umat Laurensius mengucap terima kasih banyak,
Semoga Pater Anton sehat dan bahagia.

Perayaan ini menjadi cermin dari semangat inkarnasi: Allah hadir dalam dunia melalui pelayanan umat-Nya. Dalam setiap senyum anak-anak, semangat OMK, dan keteguhan para lansia, kita melihat wajah Kristus yang hidup. Natal bukan hanya perayaan kelahiran, tetapi juga panggilan untuk menjadi saksi kasih Allah di tengah dunia.

Semoga wilayah Santo Laurensius terus menjadi ladang subur bagi tumbuhnya benih-benih kerasulan awam yang tangguh, penuh kasih, dan siap diutus.

 

Oleh; Darius Leka, S.H., M.H. — Advokat dan Aktivis Rasul Awam Gereja Katolik

#parokisantopaulusdepok #wilayahsantolaurensius #lingkungansantahelena #lingkungansantomaximus #lingkungansantopontianus #gerejakatolik #kerasulanawam #imankatolik #hidupmenggereja #pelayananumat #omkkatolik #lansiakatolik #melayanidengankasih #shdariusleka #foryou #fyp @semuaorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin