Misa dipimpin oleh RP. Agustinus Anton Widarto, OFM—akrab disapa Pater
Anton—yang sejak 2020 mengemban tugas sebagai pastor paroki. Dalam suasana
penuh sukacita, para lansia, anak-anak, dan Orang Muda Katolik (OMK) tidak
hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil membawakan lagu dan tarian
liturgis, mencerminkan semangat kerasulan awam yang hidup dan menyala.
Dalam homilinya, Pater Anton mengenang awal pelayanannya yang langsung
dihadapkan pada pandemi COVID-19. “Tentu ini menjadi tantangan tersendiri,”
ujarnya. Namun, berkat kerja sama umat—terutama wilayah Santo
Laurensius—pelayanan pastoral tetap berjalan dengan baik. “Puji Tuhan, semua
bisa kita lewati bersama,” tambahnya.
Kini, menjelang akhir masa tugasnya di Paroki Santo Paulus Depok dan akan
memulai pelayanan baru sebagai Direktur Panti Asuhan Vinsensius, Pater Anton
mengajak umat merenungkan makna Yesus sebagai Anak Domba Allah.
Dalam tradisi Yahudi, anak domba adalah korban penghapus dosa. “Pembebasan
tidak hanya terjadi pada masa lampau tetapi juga sampai hari ini. Sebuah ajakan
untuk selalu bersama Yesus yang telah lahir di dunia ini untuk menjumpai dan
hidup bersama-Nya,” tuturnya.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni liturgis, melainkan cerminan nyata dari
kerasulan awam yang hidup. Dalam terang ajaran Lumen Gentium dan Christifideles
Laici, umat awam dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia—terlibat
aktif dalam bidang sosial, ekonomi, hukum, dan kemasyarakatan.
Keterlibatan OMK dan lansia dalam perayaan ini menjadi bukti bahwa Gereja
bukan hanya milik satu generasi. “Terima kasih kepada para lansia yang telah
memberikan kesaksian hidup sebagai orang Katolik yang baik bagi yang muda,”
ucap Pater Anton. Ia juga menaruh harapan besar pada OMK sebagai kekuatan baru
dalam pelayanan Gereja. “Dengan bonus demografi, semoga OMK wilayah Santo
Laurensius menjadi kekuatan untuk melayani dalam setiap niat baik kita,”
ungkapnya.
Yustinus Sarjono, Ketua Wilayah Santo Laurensius, menyampaikan apresiasi
kepada Pater Anton atas dedikasi dan kehadirannya dalam setiap kegiatan umat.
Ia juga menanggapi isu validitas data umat yang sempat menjadi sorotan dalam
laporan “Si Format” Keuskupan Bogor. “Nanti kami akan revisi pada kepengurusan
pastoral yang baru,” jelasnya.
Sebagai bentuk cinta dan penghargaan, umat menyampaikan salam perpisahan
kepada Pater Anton dalam bentuk pantun yang menyentuh hati:
Burung merpati terbang ke taman,
Singgah sebentar di ranting jati.
Terima kasih Pater Anton yang budiman,
Kasih dan doa selalu kami nanti.
Bunga melati harum semerbak,
Tumbuh indah di halaman gereja.
Umat Laurensius mengucap terima kasih banyak,
Semoga Pater Anton sehat dan bahagia.
Perayaan ini menjadi cermin dari semangat inkarnasi: Allah hadir dalam dunia
melalui pelayanan umat-Nya. Dalam setiap senyum anak-anak, semangat OMK, dan
keteguhan para lansia, kita melihat wajah Kristus yang hidup. Natal bukan hanya
perayaan kelahiran, tetapi juga panggilan untuk menjadi saksi kasih Allah di
tengah dunia.
Semoga wilayah Santo Laurensius terus menjadi ladang subur bagi tumbuhnya
benih-benih kerasulan awam yang tangguh, penuh kasih, dan siap diutus.
Oleh; Darius Leka, S.H., M.H. — Advokat dan Aktivis Rasul
Awam Gereja Katolik
#parokisantopaulusdepok #wilayahsantolaurensius #lingkungansantahelena
#lingkungansantomaximus #lingkungansantopontianus #gerejakatolik #kerasulanawam
#imankatolik #hidupmenggereja #pelayananumat #omkkatolik #lansiakatolik #melayanidengankasih
#shdariusleka
#foryou #fyp @semuaorang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin