
Oleh: RP. Tauchen Hotlan Girsang, OFM. – Pastor Paroki Santo Paulus Depok periode 2010-2013
KOTA DEPOK -Dalam kehidupan iman Kristiani, tidak ada
misteri yang lebih dalam dan lebih agung daripada misteri Tritunggal Mahakudus.
Sebuah misteri yang bukan untuk diselesaikan, tetapi untuk direnungkan. Bukan
untuk dipahami secara tuntas, tetapi untuk diimani dengan rendah hati. Hari
Minggu Tritunggal Mahakudus yang kita rayakan hari ini bukan sekadar peringatan
liturgis, melainkan undangan untuk masuk lebih dalam ke dalam jantung iman
kita: Allah adalah kasih, dan kasih itu hidup dalam persekutuan tiga
pribadi—Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Rasul Paulus dalam 2 Korintus 13:13 menulis, “Kasih karunia
Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu
sekalian.” Ayat ini bukan sekadar salam penutup, melainkan pernyataan teologis
yang kuat: bahwa Allah hadir dalam tiga pribadi yang saling mengasihi dan
menyertai kita.
Dalam Yohanes 3:16, kita melihat kasih Allah Bapa yang
mengutus Putra-Nya demi keselamatan dunia. Dalam Keluaran 34:8–9, Musa bersujud
memohon agar Tuhan tetap berjalan di tengah umat-Nya yang tegar tengkuk. Dan
dalam sejarah keselamatan, Roh Kudus diutus untuk menyertai Gereja sepanjang
zaman. Ketiganya—Bapa, Putra, dan Roh Kudus—bukan tiga Allah, tetapi satu Allah
dalam tiga pribadi yang hidup dalam kesatuan kasih yang sempurna.
Sebagai seorang advokat dan aktivis kerasulan awam, saya
sering menjumpai kebingungan umat tentang istilah “Tritunggal” yang memang
tidak ditemukan secara eksplisit dalam Alkitab. Namun, seperti dijelaskan oleh
Rm. Tauchen Hotlan Girsang, OFM, istilah ini adalah cara Gereja menjelaskan
realitas iman yang memang ada dalam Kitab Suci. Sama seperti kita menyebut
Abraham sebagai “kakek” Yakub, meski kata “kakek” tidak tertulis secara
literal.
Yang penting bukan istilahnya, tetapi maknanya. Tritunggal
bukan berarti tiga Allah, melainkan satu Allah yang hadir dalam tiga pribadi
yang saling mengasihi dan meluapkan kasih itu kepada dunia. Inilah dasar dari
segala relasi dalam Gereja: kasih yang tidak egois, kasih yang terbuka, kasih
yang memberi diri.
Banyak ilustrasi telah digunakan untuk menjelaskan
Tritunggal: telur, air, matahari. Namun semuanya terbatas. Sebab Allah yang tak
terbatas tidak bisa dijelaskan secara utuh oleh analogi yang terbatas. Kita
bisa mendekati misteri ini, tetapi tidak pernah mengurainya sepenuhnya. Dan
justru di situlah letak keindahannya: bahwa iman bukan soal memahami segalanya,
tetapi mempercayai Dia yang mengasihi kita tanpa batas.
Misteri Tritunggal bukan hanya doktrin, tetapi panggilan
hidup. Kita dipanggil untuk meneladan kasih yang hidup dalam persekutuan. Dalam
keluarga, dalam komunitas, dalam masyarakat. Ketika kita hidup dalam kasih yang
tidak egois, ketika kita saling memberi diri, ketika kita membangun relasi yang
saling menopang—di sanalah kita mencerminkan wajah Allah Tritunggal.
Maka, mari kita rayakan Hari Tritunggal Mahakudus ini bukan
hanya dengan liturgi, tetapi dengan hidup yang mencerminkan kasih Allah. Sebab
kasih yang sejati tidak tinggal diam. Ia meluap. Ia bergerak. Ia menyentuh
dunia.
#tritunggalmahakudus #kasihallah #imankatolik #kerasulanawam #gerejayanghidup #misteriiman #allahyangmengasihi #mewartakankasihallah #katolikaktif #stpaulusdepok
terima kasih untuk pencerahannya, Romo :)
BalasHapustetap terus berkarya dalam Allah yg Tritunggal ^^
Shalom...
BalasHapusMaaf , bagaimana bisa satu Allah dengan 3 kepribadian sekaligus, bukan masalah tidak bisanya, tetapi itu bukan sesuai dengan Firman yang sudah Allah nyatakan bagi kita. seorang manusia dengan dua kepribadian sekaligus saja dianggap sakit jiwa, nha emangnya Allah kita ini sakit jiwa krn berkepribadian tiga? Firman sangat sederhana jangan dibuat bingung, inilah yang menyebabkan perseteruan dan akhirnya disalibkannya Yesus oleh bangsa Yahudi karena Yesus ingin memperkenalkan pribadi Allah yang lain yaitu Bapa.
Tidak ada salahnya dan tidak melanggar alkitab manapun mempunyai Allah yang tiga, yg salah adalh menyembah ilah lain di dunia ini diluar Allah yang Esa.
Apabila ada saudaraku yang menginginkan penjelasan yang lebih jelas mengenai Allah Tritunggal sesuai dengan FirmanNya silakan kirim email ke : samuel.sampoerna@gmail.com
Terimakasih ..Tuhan Yesus memberkati
Shalom aleikhem. Mari kita kembali kepada apa yang telah disampaikan oleh Moshe/ משה/ Musa tentang mengesakan Tuhan dan untuk mengasihiNya serta sesama sebagaimana yang telah dikutip juga oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus. Berikut ini adalah kutipan dari Shema Yisrael dan Veahavta
BalasHapusIbrani : " שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד. ואהבתא את יהוה אלהיך בכל לבבך ובכל נפשך ובכל מאדך ואהבתא לרעך כמוך. "
Cara membacanya menurut peraturan tata bahasa Ibrani :
" Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad. Veahavta et YHWH ( Adonai ) Eloheikha bekol levavkha uvkol nafsheka uvkol meodekha veahavta lereakha kamokha. "
Terjemahannya : Dengarlah, hai orang Israel: YHWH ( Adonai ) Elohim kita: YHWH ( Adonai ) adalah satu. Dan kasihilah YHWH ( Adonai ) Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. "
( Ulangan 6 : 4 - 5, Imamat 19: 18, Matius 22 : 37, Markus 12 : 29 - 31, Lukas 10 : 27 )
Tuhan memberkati. 🕎✡🐟🕊📖🇮🇱✝