
Oleh: Darius Leka, S.H., M.H. – Advokat, Aktivis Rasul Awam Gereja Katolik sekaligus Koordinator KOMSOS Paroki Santo Paulus Depok periode 2010-2013
Sejak pukul 10.30 WIB, halaman parkir gereja telah dipenuhi
ratusan umat dari berbagai usia—anak-anak, remaja, orangtua, hingga lansia.
Dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Elisabeth Setianingsih, acara dibuka
secara resmi oleh Pastor Paroki, Rm. Tauchen Hotlan Girsang, OFM, dengan
pengguntingan pita. Sebuah momentum sederhana, namun sarat makna: Gereja yang
sehat dimulai dari umat yang sehat—jiwa dan raganya.
Kegiatan hari itu tak hanya diisi dengan senam sehat, tetapi
juga lomba merawat taman dan pertandingan futsal. Ketiganya dirancang untuk
melibatkan seluruh unsur umat, dari 17 lingkungan yang ada di paroki. “Kami
ingin semua orang merasa terlibat, merasa memiliki,” ujar salah satu panitia.
Sebagai seorang advokat dan aktivis kerasulan awam, saya
melihat bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan. Ia adalah bentuk
nyata dari inkulturasi iman—di mana tubuh, komunitas, dan spiritualitas bertemu
dalam harmoni. Gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga ruang untuk
bertumbuh sebagai pribadi utuh.
Namun, di balik semarak itu, ada catatan yang perlu
direnungkan. Tidak semua lingkungan terlibat aktif. Beberapa memilih fokus pada
kegiatan lain, seperti lomba taman, karena kesulitan mengumpulkan warga. Bapak
Marjono dan Ibu Tati dari Lingkungan St. Laurensius, misalnya, mengakui
tantangan tersebut.
Apakah ini sekadar kebetulan? Ataukah cerminan dari tantangan
yang lebih besar: bagaimana membangun partisipasi umat dalam kehidupan
menggereja yang lebih luas dari sekadar liturgi?
Pesta nama pelindung paroki bukan hanya perayaan tahunan. Ia
adalah kesempatan untuk menegaskan kembali identitas kita sebagai umat
Allah—yang hidup, bergerak, dan terlibat. Maka, partisipasi bukan soal hadir
atau tidak hadir, tetapi soal kesediaan untuk memberi diri, sesuai talenta dan
kapasitas masing-masing.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan
lagi? Gereja yang hidup bukan dibangun oleh segelintir orang, tetapi oleh
seluruh umat yang bersatu dalam semangat pelayanan.
Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal dari
keterlibatan yang lebih luas. Mari kita rawat tubuh kita, komunitas kita, dan
iman kita—sebab di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang siap mewartakan
kasih Allah kepada dunia.
#senamsehatparoki
#pestanamastpaulusdepok #kerasulanawam #gerejayanghidup #menssanaincorporesano
#umatbasisaktif #mewartakankasihallah #katolikaktif #solidaritasumat
#parokisehat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin