Kamis, 27 Oktober 2011

Seminar; Mengenal dan Mencegah Kanker Sedini Mungkin

Gereja Lama, tempat terselenggaranya Seminar
"Mengenal dan Mencegah Kanker Sedini Mungkin" adalah tema yang diangkat dalam seminar yang diselenggarakan oleh: Seksi PSE bekerja sama dengan WKRI dan Paguyuban Lansia Simeon Hanna dalam rangka pesta nama St. Fransiskus Asisi dan penyuluhan/ sosialisasi penyakit kanker oleh Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI).

RP. Tauchen Hotlan Girsang, OFM; dalam sambutannya
Seminar yang dilaksanakan pada hari Minggu (23/10) bertempat di Ruang Roma, Gereja Lama Paroki St. Paulus Depok. Dihadiri oleh 70-an orang lebih diantaranya Pastor Tauchen Hotlan Girsang, OFM, Perwakilan dari DPP seperti Bapak Anzelmus Apri Hartana, Ibu Agustina Widodo, dll serta umat dari paroki setempat yang didominasi sekitar 95% kaum ibu. Dalam sambutannya Pastor Tauchen mengatakan bahwa penyakit kanker adalah pembunuh utama bagi manusia dan kita perlu mengetahui apa sebenarnya penyakit kanker itu. Untuk itu diharapkan kita dapat mengetahuinya secara dini. Beliau juga mengutip sebuah kutipan terpopuler Romawi dalam dunia kesehatan dan olahraga yaitu Mens sana in corpore sano. Jika ditafsirkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira mengandung arti “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, ujarnya.

Narasumber: Danang Nurcahyo, SKM
Mengalami Keluhan-Keluhan
“Semua jenis penyakit yang terjadi pada tubuh manusia selalu diawali dengan suatu proses. Dengan munculnya berbagai macam benjolan merupakan suatu tanda proses terbentuknya kanker antara lain: Kelenjar Getah Bening (KGB) yang terdapat di belakang telinga, di leher bagian belakang, dan ketiak. Terbentuknya jaringan kista disekitar payudara dan rahim. Dan terbentuknya tumor yang apabila menjadi ganas disebut KANKER”, ungkap narasumber dari YPKI Korwil Jakarta, Danang Nurcahyo, SKM.

Lebih lanjut dalam wawancaranya dengan Komsos, D. Nurcahyo mengatakan “Biasanya, jika pada tubuh penderita terdapat kanker, penderita akan mengalami keluhan-keluhan atau gejala umum seperti: buang air besar tidak tuntas dan tidak teratur, kotoran berwarna hitam kemerah-merahan dan berlendir, mengalami sesak nafas walaupun tidak sakit asma serta batuk kering tidak kunjung sembuh”. “Gejala kanker payudara antara lain: kulit payudara mulai bersisik dan mengeras kadang terasa gatal, munculnya benjolan di sekitas payudara, lambat laun akan terlipat ke dalam dan keluar cairan yang warnanya seperti susu tetapi bukan masanya menyusui.

Dianjurkan untuk melakukan test mammography setiap setahun sekali. Sedangkan gejala kanker rahim antara lain: mengalami menstruasi yang tidak teratur dan di sekitar tulang panggul terasa nyeri ketika haid datang, mengalami keputihan tidak kunjung sembuh dan berwarna kuning kehijauan, dan bila melakukan hubungan suami istri akan terasa perih di sekitar rahim dan setelah berhubungan biasanya keluar darah yang warnanya merah pucat. Sebaiknya melakukan papsmear setahun sekali.

Sebuah seminar yang menarik dan kaya manfaat, sayang tampak tidak banyak kaum pria yang hadir. Dari hasil survei membuktikan penyakit kanker adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Sebut saja kanker prostat yang sering dialami kaum pria. Nurcahyo menerangkan bahwa “gejala kanker prostat sendiri memiliki tanda/ gejala antara lain: pembengkakan, jika buang air kecil tidak lancar dan terasa sakit, sering mengalami kram di bawah pusar dan sering mengalami ngompol tanpa sadar”, jelasnya.

Cara Sehat Menghindari Kanker
95% peserta dihadiri kaum wanita
“Adapun faktor-faktor penyebab kanker adalah faktor keturunan, faktor lingkungan (asap rokok, kosmetik, polusi udara, limbah pabrik), dan faktor makanan (penyedap rasa, zat pengawet/ natrium benzoat, zat pengenyal/ borax, pewarna). Dan cara sehat menghindari kanker adalah mengurangi karsinogen, memperbanyak anti oksidan (sayur mayor: brokoli, sawi hijau, pare, tomat, wortel, lauk pauk: tempe kedelai, ikan laut segar, buah-buahan: apel hijau, anggur, pear, melon), olah raga secara teratur serta imunotheraphy atau identik dengan imunisasi”. Selain itu kanker yang disebabkan oleh prilaku seks bebas dikalangan remaja dan kaum muda, lulusan UGM tahun 1999 ini dalam mengakhiri presentasinya berpesan, untuk tidak terjerumus kita harus mempunyai iman yang kuat kepada Tuhan, memiliki moralitas yang baik serta orangtua dapat memberikan pendidikan seks yang baik kepada putra-putrinya.

Ibu Agustin Widodo, menyerahkan cinderamata kepada narasumber
Acara yang ditutup dengan tanya jawab dan pemberian cinderamata oleh Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik St. Paulus Depok, yang diwakili oleh Ibu Agustin Widodo, mengakhiri seluruh rangkaian seminar yang berlangsung sejak pukul 10.00 – 12.00 WIB. Foto dan Artikel oleh: Dilaporkan oleh: Darius AR 
(Perhatian: Foto atau tulisan ini, dilindungi oleh undang-undang)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin