Senin, 22 April 2013

Ziarah Kasih WKRI St. Paulus Depok: Menyulam Iman, Menebar Cinta

BOGOR - Dalam kehidupan menggereja, ziarah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat suci, melainkan juga perjalanan batin yang memperdalam iman dan memperluas cakrawala kasih. Pada 12 Maret 2013, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC St. Paulus Depok menorehkan kisah indah dalam sejarah kerasulan awam: sebuah ziarah yang menyatukan doa, pelayanan, dan persaudaraan lintas komunitas.

Pukul 06.00 pagi, 70 anggota WKRI berkumpul di halaman Gereja St. Paulus Depok. Dengan 11 mobil dan semangat yang menyala, mereka dilepas oleh Pastor Paroki RP. Tauchen Hotlan Girsang, OFM. Para suami turut serta mendampingi, menjadi mitra setia dalam pelayanan kasih. Ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perwujudan nyata dari semangat berbagi dan kebersamaan.

Pukul 08.00, rombongan tiba di Panti Asuhan Sindanglaya. Sambutan hangat dari RP. Gabriel Maing, OFM, membuka ruang perjumpaan yang penuh kasih. WKRI menyerahkan bantuan berupa sembako, alat mandi, dan alat tulis—bukan sekadar barang, tetapi simbol cinta dan kepedulian. Doa bersama di Gua Maria Sindanglaya menjadi momen hening yang menguatkan semangat pelayanan.

Perjalanan dilanjutkan ke Gua Maria Biara Claris, lalu menuju Gereja St. Petrus Cianjur. Di sana, WKRI DPC St. Paulus Depok disambut dengan pelukan hangat oleh WKRI DPC St. Petrus Cianjur dan Pastor Paroki RP. Robertus Agung Suryanto, OFM. Dalam ruang GFC yang baru, kedua komunitas berbagi pengalaman pelayanan dan program kerja. Dialog ini menjadi ruang refleksi dan inspirasi lintas paroki.

Makan siang yang disiapkan oleh tuan rumah menjadi simbol kasih yang sederhana namun mendalam. Perjalanan ditutup dengan Jalan Salib, Rosario, dan Misa Kudus yang dipimpin oleh RP. Robertus Agung. Pukul 16.00, rombongan kembali ke Depok dengan hati penuh syukur dan semangat baru.

Sebagai aktivis kerasulan awam, saya melihat kegiatan ini sebagai wajah Gereja yang hidup—bergerak, melayani, dan mencintai. WKRI tidak hanya hadir dalam doa, tetapi juga dalam aksi nyata: menyapa yang kecil, menjalin persaudaraan, dan meneguhkan iman. Ziarah ini adalah bukti bahwa pelayanan tidak mengenal batas waktu dan tempat. Seperti yang dikatakan: “Tebarkan jala sedalam mungkin untuk Tuhan dan sesama kita.”


Oleh: Elisabeth Setyaningsih, Bidang Kesejahteraan WKRI St. Paulus Depok

#wkri #ziarahkasih #stpaulusdepok #kerasulanawam #gerejahidup #imandalamtindakan #cintaallahuntukdunia #solidaritaskristiani #pelayananperempuan #berbagikasih #shdariusleka #reels #foryou #fyp #jangkauanluas @semuaorang

1 komentar:

  1. Terimakasih atas Kunjungannya dan jangan lupa untuk datang kembali.

    BalasHapus

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin