Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik bernilai Rp70 miliar. Ia adalah
wujud nyata dari semangat aggiornamento—pembaruan Gereja—yang
ditegaskan dalam Konsili Vatikan II. Dalam homilinya, Uskup Paskalis
menyampaikan bahwa tempat ini akan menjadi ruang pembinaan, refleksi, dan
pelayanan yang menyatu dalam semangat Kristus. “Gereja senantiasa memperbaharui
diri. Pembangunan ini adalah salah satu cara kita menjawab ajakan Yesus,”
tegasnya.
Sebagai seorang aktivis kerasulan awam, saya melihat proyek ini sebagai
investasi spiritual dan sosial. Rumah UNIO akan menjadi tempat tinggal dan
pembinaan bagi para imam Keuskupan Bogor. Rumah Retret akan membuka ruang bagi
umat untuk mengalami kedalaman rohani, sementara Seminari akan menjadi ladang
pembinaan calon imam yang kelak menjadi gembala umat.
Pembangunan ini juga menjadi simbol keterlibatan umat. Para donatur, imam,
dan komunitas awam turut hadir dan mendukung. Ini bukan hanya proyek Keuskupan,
tetapi proyek bersama umat Allah. Dalam semangat communio, kita diajak
untuk membangun Gereja bukan hanya dengan batu dan semen, tetapi dengan doa,
kerja sama, dan cinta kasih.
Keuskupan Bogor telah lama dikenal aktif dalam bidang sosial dan
kemasyarakatan. Melalui kerasulan awam, umat terlibat dalam pendidikan,
advokasi hukum, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan kesehatan. Pusat pembinaan
di Telaga Kahuripan akan memperkuat misi ini, menjadikan Gereja sebagai pelita
yang menyinari masyarakat luas.
Di tengah tantangan zaman, Gereja tidak boleh tinggal diam. Ia harus hadir,
relevan, dan transformatif. Pembangunan ini adalah jawaban atas panggilan itu.
Di Parung, harapan disemai. Di Telaga Kahuripan, kasih Allah akan terus diwarta.
✍️ Oleh: Darius Leka, S.H., M.H., Advokat
& Aktivis Kerasulan Awam Gereja Katolik
#kerasulanawam
#gerejakatolikbogor #telagakahuripan #aggiornamento
#seminariparung
#rumahretretkatolik
#uniobogor
#pembinaanimam
#gerejayangmemperbaharuidiri
#kasihallahuntukdunia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin