Selasa, 18 April 2017

Telaga Kahuripan; Menyemai Harapan Gereja di Tanah Parung

Pembangunan Rumah UNIO, Rumah Retret, dan Seminari di Parung adalah tonggak pembaruan pastoral Gereja Katolik Keuskupan Bogor, sejalan dengan semangat Konsili Vatikan II.

PARUNG – Rabu pagi, 5 April 2017, di bawah langit Bogor yang bersahabat, sebuah langkah besar diambil oleh Gereja Katolik Keuskupan Bogor. Di atas lahan seluas 15.000 meter persegi di Kompleks Telaga Kahuripan, Parung, Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, memberkati lokasi pembangunan Rumah UNIO, Rumah Retret, dan Seminari. Meski belum sepenuhnya pulih dari sakit, semangat beliau tak surut untuk hadir dan memimpin ibadat singkat yang penuh makna.

Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik bernilai Rp70 miliar. Ia adalah wujud nyata dari semangat aggiornamento—pembaruan Gereja—yang ditegaskan dalam Konsili Vatikan II. Dalam homilinya, Uskup Paskalis menyampaikan bahwa tempat ini akan menjadi ruang pembinaan, refleksi, dan pelayanan yang menyatu dalam semangat Kristus. “Gereja senantiasa memperbaharui diri. Pembangunan ini adalah salah satu cara kita menjawab ajakan Yesus,” tegasnya.

Sebagai seorang aktivis kerasulan awam, saya melihat proyek ini sebagai investasi spiritual dan sosial. Rumah UNIO akan menjadi tempat tinggal dan pembinaan bagi para imam Keuskupan Bogor. Rumah Retret akan membuka ruang bagi umat untuk mengalami kedalaman rohani, sementara Seminari akan menjadi ladang pembinaan calon imam yang kelak menjadi gembala umat.

Pembangunan ini juga menjadi simbol keterlibatan umat. Para donatur, imam, dan komunitas awam turut hadir dan mendukung. Ini bukan hanya proyek Keuskupan, tetapi proyek bersama umat Allah. Dalam semangat communio, kita diajak untuk membangun Gereja bukan hanya dengan batu dan semen, tetapi dengan doa, kerja sama, dan cinta kasih.

Keuskupan Bogor telah lama dikenal aktif dalam bidang sosial dan kemasyarakatan. Melalui kerasulan awam, umat terlibat dalam pendidikan, advokasi hukum, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan kesehatan. Pusat pembinaan di Telaga Kahuripan akan memperkuat misi ini, menjadikan Gereja sebagai pelita yang menyinari masyarakat luas.

Di tengah tantangan zaman, Gereja tidak boleh tinggal diam. Ia harus hadir, relevan, dan transformatif. Pembangunan ini adalah jawaban atas panggilan itu. Di Parung, harapan disemai. Di Telaga Kahuripan, kasih Allah akan terus diwarta.

️ Oleh: Darius Leka, S.H., M.H., Advokat & Aktivis Kerasulan Awam Gereja Katolik

 

#kerasulanawam #gerejakatolikbogor #telagakahuripan #aggiornamento #seminariparung #rumahretretkatolik #uniobogor #pembinaanimam #gerejayangmemperbaharuidiri #kasihallahuntukdunia #shdariusleka #reels #foryou #fyp #jangkauanluas @semuaorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin