Senin, 17 Juli 2017

Vatikan Anugerahi Tiga Medali Tertinggi Pada Soekarno sebagai Pejuang Kemanusiaan

“Falsafah Pancasila telah menjadi nakhoda bagi negeri ini untuk mengakui bahwa hanya satu landasan utama bagi persatuan nasional yang menghormati perbedaan apapun yang ada pada masyarakat majemuk Indonesia”
(Paus Johannes Paulus II dalam kunjungan ke Indonesia 1970)

Selain Bung Karno, agak sulit rasanya menemukan tokoh dunia yang mendapat gelar Doctor Honoris Causa sebanyak 26 kali, dari 26 universitas dalam negeri maupun mancanegara. Menariknya, gelar itu diberikan oleh berbagai universitas dari negara-negara yang berbeda sistem politik dan sosialnya. Namun yang tidak kalah menariknya, sebagai seorang kepala negara yang beragama Islam, Bung Karno mendapat penghargaan dari Vatikan. Tidak ada seorang kepala negara Islam yang mendapat penghargaan begitu tinggi dari dunia Khatolik, yaitu mendapat Bintang Jasa dari Sri Paus.

Presiden Soekarno mengoleksi tiga medali kehormatan tertinggi dari pemimpin umat Katolik, usai melakoni tiga kali kunjungan ke Vatikan dan bertemu tiga Paus yang berbeda.Pada 13 Juni 1956, Soekarno menerima medali pertama dari Paus Pius XII. Medali kedua diterimanya pada 14 Mei 1959 dari Paus Yohanes XXIII dan hari ini 51 tahun silam atau 12 Oktober 1964, Soekarno disematkan medali ketiganya oleh Paus Paulus VI.

Pada kunjungannya yang ketiga kali, Soekarno bahkan dibuatkan perangko khusus oleh Vatikan dan dihadiahi cendera mata berupa lukisan mosaik Castel san Angelo Vatican. Mungkin Soekarno satu-satunya Presiden muslim dari negara dengan mayoritas umat Islam terbesar dunia yang mendapat perlakuan istemewa dari Vatikan.

Bagi Vatikan, Soekarno adalah Pejuang Kemanusian

Menurut YB Mangunwijaya, pemberian penghargaan Bintang Jasa dari Sri Paus di Vatikan jauh dari pretensi yang bersifat politis. Adalah sangat bertentangan dengan semangat dan jiwa Kristiani yang luhur, jika pemberian penghargaan tersebut dilambari dengan niatan politik, apalagi hanya sekedar basa-basi. Pada prinsipnya, Vatikan selalu memberikan penghargaan kepada setiap orang yang mempunyai jasa besar terhadap kemanusiaan.

Penghargaan terhadap Soekarno itu dilandasi oleh kegigihan Soekarno merumuskan serta memperjuangkan Pancasila. Pancasila bukan saja berhasil mempersatukan rakyat dan bangsa Indonesia yang beraneka suku bangsa, adat istiadat, agama dan kepercayaan, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih dari itu Pancasila juga mampu membangun sikap toleransi. Dalam tata kehidupan yang penuh dengan toleransi, maka harkat dan martabat manusia mendapat tempat yang wajar untuk dihargai dan dijunjung tinggi. Suasana kehidupan yang semacam ini, adalah juga dambaan umat Katholik, dan dambaan setiap insan yang berbudaya. Karena alasan faktual itulah, Vatikan tanpa ragu memberikan Bintang Jasa pada Bung Karno.

Sokarno ingin menunjukkan sebuah contoh kepada dunia, bahwa Indonesia adalah landskap indah sebuah negara majemuk, yang menjadi tempat damai bagi anasir-anasir bangsa yang beragam.

___________________
Sumber: www.empatpilarmpr.com/ Foto: kokiers.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbicara adalah hak asasi manusia dari setiap individu, tetapi gunakan hak itu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta budaya lokal yang membangun. Salam kasih. Admin